Kebebasan Pers
Kebebasan pers
Kadang orang menyalah artikan tindakan tersebut, yang mereka pahami hanya mengungkapkan pendapat mereka dan sudah.
Tapi sebanarnya tidak semudah dan sesimpel itu. Yang aku lakukan ini juga termasuk kebebasan pers, menuangkan opini opini aku dalam tulisan ini. Nah setelah melalui beberapa kegiatan dalam lingkup angkatan ini, ada banyak sekali hal yang baru aku pahami. Salah satunya pengertian dari kebebasan pers itu sendiri.
Ini berdasarkan beberapa hal yang aku alami sendiri, pokonya ada acara angkatan semacam forum, di dalam forum kita secara keseluruhan membahas tentang masalah angkatan. Yang mau aku jelaskan bukan masalah angkatannya itu sendiri, tetapi tentang bagaimana teman teman aku dan aku sendiri mungkin yang menyampaikan opini kami, keluh kesah kami masih dalam bentuk yang mentah. Maksud bentuk yang mentah itu, kita mengutarakan pendapat ya hanya ngomong saja, tanpa memikirkan beberapa poin penting yang ada. Seperti bagaimana intonasi dan pemilihan bahasa yang sesuai, maksud aku bukan baku banget, tapi kalo semisal opini kita menjuru pada satu orang atau suatu kelompok, kita harus pandai memilih cara penyampaian yang pas, bukan yang dapat menyakiti mereka. Kita ini berpendapat kan agar bisa merangkul mereka, agar mengarah kepada kondisi yang lebih baik, bukan hanya semata mata opini kita harus didengar saja. Bahkan dengan cara penyampaian yang baik, bisa menumbuhkan rasa respect dari orang sekitar, dan opini kita dapat diperhitungkan.
Kedua, kita itu sudah berada diumur dimana bukan saatnya untuk banyak bermain main, untuk kondisi serius seperti ini, coba kalian pikirkan ulang lagi apa dampak dari kalian menyampaikan pendapat kalian itu, apa efek terhadap orang lain, apakah itu sesuatu yang dapat di perhitungkan, jangan sampai kalian asal bicara dan menyakiti hati orang lain dan malah memperburuk keadaan.
Dan bagi kita juga belajar untuk menghargai pendapat orang lain, pasti banyak seklai pendapat atau opini yang tidak sesuai dengan apa yg kita fikirkan, tapi seharusnya itu menjadi peluang untuk kita agar berpikir lebih. Dengan kita dihadapkan dengan berbagai opini yang berbeda, kita tentu saja dapat memilah, mana yang dapat diperhitungkan mana yang cocok dengan topik yang sedang dibahas, dsb. Jangan malah karena mereka berbeda opini dengan kita, kita kucilkan mereka kita acuhkan mereka. Malah terkadang perbedaan itu yang mampu mendorong situasi tersebut ke jalan yang lebih baik.
Kembali kepada pemilihan bahasa dan isi opini, sudah pasti dalam suatu angkatan akan ada kelompok kelompok main sendiri. Dan pengaruh kelompok tersebut terhadap angkatan juga berbeda, ada kelompok yang lebih di dengar, ada kelompok yang di rendahkan, dll. Nah terkadang jika kita sudah berada di posisi kelompok yang di dengarkan, kita menyalahgunakannya, kita dengan semena mena mengutarakan opini kita bahkan bukan lagi disebut beropini melainkan mengkritik tetapi yang menjatuhkan. Dengan merasa diri kita dipandang, kita selalu berfikir opini aku yang harus didengar, opini aku yang paling mereka setujui, mereka harus mengikuti opini aku, oke baik kalo semisal memang opini kita itu pantas di perhitungkan oleh publik, tapi jika opini kita hanya tertuju pada seseorang atau kelompok lain yang pengaruhnya tidak sebesar kelompok kita itu yang salah. Coba tempatkan diri kita berada di posisi mereka, dan lucunya lagi kita berbicara seperti itu bukan untuk memberikan mereka masukan tetapi lebih ke merendahkan mereka, karena mungkin kita merasa sangat lebih dari mereka. Lalu poin apa yang bisa diambil? Mereka bukannya menganggap kita sebagai orang yang bijak, mereka akan menganggap kita sebagai orang yang menyakiti hati mereka, sebagi orang yang sombong, dan itu berdampak buruk bagi mereka, mungkin mereka akan kesusahan dalam mengekspresikan opini mereka karena meraka tau mereka tidak akan didengar.
Jadi reminder buat aku khususnya dan kalian semua, jauh jauhi perasaan bahwa kalian lebih dari siapapun, orang orang bukannya menyayangi kita tapi malah membenci kita, jadilah orang yang berpikiran luas dan cobalah untuk mendengarkan orang lain.
Kalian semua hebat, dan pantas mendapatkan yang terbaik.
Banyak orang menyayangi kalian :)
Mari kita sama sama berbenah diri, dan sebarkan kasih sayang.
Love you ❤
Kadang orang menyalah artikan tindakan tersebut, yang mereka pahami hanya mengungkapkan pendapat mereka dan sudah.
Tapi sebanarnya tidak semudah dan sesimpel itu. Yang aku lakukan ini juga termasuk kebebasan pers, menuangkan opini opini aku dalam tulisan ini. Nah setelah melalui beberapa kegiatan dalam lingkup angkatan ini, ada banyak sekali hal yang baru aku pahami. Salah satunya pengertian dari kebebasan pers itu sendiri.
Ini berdasarkan beberapa hal yang aku alami sendiri, pokonya ada acara angkatan semacam forum, di dalam forum kita secara keseluruhan membahas tentang masalah angkatan. Yang mau aku jelaskan bukan masalah angkatannya itu sendiri, tetapi tentang bagaimana teman teman aku dan aku sendiri mungkin yang menyampaikan opini kami, keluh kesah kami masih dalam bentuk yang mentah. Maksud bentuk yang mentah itu, kita mengutarakan pendapat ya hanya ngomong saja, tanpa memikirkan beberapa poin penting yang ada. Seperti bagaimana intonasi dan pemilihan bahasa yang sesuai, maksud aku bukan baku banget, tapi kalo semisal opini kita menjuru pada satu orang atau suatu kelompok, kita harus pandai memilih cara penyampaian yang pas, bukan yang dapat menyakiti mereka. Kita ini berpendapat kan agar bisa merangkul mereka, agar mengarah kepada kondisi yang lebih baik, bukan hanya semata mata opini kita harus didengar saja. Bahkan dengan cara penyampaian yang baik, bisa menumbuhkan rasa respect dari orang sekitar, dan opini kita dapat diperhitungkan.
Kedua, kita itu sudah berada diumur dimana bukan saatnya untuk banyak bermain main, untuk kondisi serius seperti ini, coba kalian pikirkan ulang lagi apa dampak dari kalian menyampaikan pendapat kalian itu, apa efek terhadap orang lain, apakah itu sesuatu yang dapat di perhitungkan, jangan sampai kalian asal bicara dan menyakiti hati orang lain dan malah memperburuk keadaan.
Dan bagi kita juga belajar untuk menghargai pendapat orang lain, pasti banyak seklai pendapat atau opini yang tidak sesuai dengan apa yg kita fikirkan, tapi seharusnya itu menjadi peluang untuk kita agar berpikir lebih. Dengan kita dihadapkan dengan berbagai opini yang berbeda, kita tentu saja dapat memilah, mana yang dapat diperhitungkan mana yang cocok dengan topik yang sedang dibahas, dsb. Jangan malah karena mereka berbeda opini dengan kita, kita kucilkan mereka kita acuhkan mereka. Malah terkadang perbedaan itu yang mampu mendorong situasi tersebut ke jalan yang lebih baik.
Kembali kepada pemilihan bahasa dan isi opini, sudah pasti dalam suatu angkatan akan ada kelompok kelompok main sendiri. Dan pengaruh kelompok tersebut terhadap angkatan juga berbeda, ada kelompok yang lebih di dengar, ada kelompok yang di rendahkan, dll. Nah terkadang jika kita sudah berada di posisi kelompok yang di dengarkan, kita menyalahgunakannya, kita dengan semena mena mengutarakan opini kita bahkan bukan lagi disebut beropini melainkan mengkritik tetapi yang menjatuhkan. Dengan merasa diri kita dipandang, kita selalu berfikir opini aku yang harus didengar, opini aku yang paling mereka setujui, mereka harus mengikuti opini aku, oke baik kalo semisal memang opini kita itu pantas di perhitungkan oleh publik, tapi jika opini kita hanya tertuju pada seseorang atau kelompok lain yang pengaruhnya tidak sebesar kelompok kita itu yang salah. Coba tempatkan diri kita berada di posisi mereka, dan lucunya lagi kita berbicara seperti itu bukan untuk memberikan mereka masukan tetapi lebih ke merendahkan mereka, karena mungkin kita merasa sangat lebih dari mereka. Lalu poin apa yang bisa diambil? Mereka bukannya menganggap kita sebagai orang yang bijak, mereka akan menganggap kita sebagai orang yang menyakiti hati mereka, sebagi orang yang sombong, dan itu berdampak buruk bagi mereka, mungkin mereka akan kesusahan dalam mengekspresikan opini mereka karena meraka tau mereka tidak akan didengar.
Jadi reminder buat aku khususnya dan kalian semua, jauh jauhi perasaan bahwa kalian lebih dari siapapun, orang orang bukannya menyayangi kita tapi malah membenci kita, jadilah orang yang berpikiran luas dan cobalah untuk mendengarkan orang lain.
Kalian semua hebat, dan pantas mendapatkan yang terbaik.
Banyak orang menyayangi kalian :)
Mari kita sama sama berbenah diri, dan sebarkan kasih sayang.
Love you ❤
Komentar
Posting Komentar